Rabu, 13 Mei 2015
Manajemen Waktu Kuliah dan Organisasi
Seorang mahasiswa akan memperoleh nilai tambah, jika ia tidak hanya sibuk dengan nilai akademis tetapi juga aktif berorganisasi. Mengapa dikatakan nilai tambah? Karena dengan berorganisasi, ia bakal terbiasa bekerjasama dengan orang lain (work as a team), memiliki jiwa kepemimpinan (work as a leader), terbiasa bekerja dengan manajemen (work with management). Di masa depan, skill tersebut sangat dibutuhkan ketika memasuki dunia yang sebenarnya. Tetapi kadang seorang mahasiswa aktivis organisasi menemui kendala dalam membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Ada beberapa tips yang dapat diterapkan:
Selasa, 16 Desember 2014
KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI
KEPEMIMPINAN
DAN ORGANISASI
Organisasi
adalah alat dari suatu kegiatan yang dilakukan oleh beberapa orang atau lebih
yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan
tersebut maka dipilihlah seorang pemimpin sebagai penggerak atau motivator
dalam organisasi.
Organisasi
juga sebagai alat untuk menampung para mahasiswa fik kususnya yang mempunyai
semangat perjuangan dan berjiwa sosial yang lebih, dan di bem fik kususnya
tempat itu bisa di dapatkan, memang fenomena sekarang banyak terjadi pemuda atau mahasiswa fik yang
mempunyai semangat yang lebih tetapi tidak bisa memanfaatkannya secara positif
dan belum mendapatkan komunitas dan wadah yang pas.
Manusia adalah makhluk social yang
tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan
sesama serta dengan lingkungan. Pada dasarnya Manusia hidup berkelompok baik
dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak
mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok
haruslah saling menghormati dan menghargai.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang
paling tinggi dibanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan
untuk berpikir, kemampuan untuk memilah dan
memilih mana yang baik dan mana
yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola
lingkungan dengan baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu
dikelola dengan baik, kehidupan social manusia pun perlu dikelola dengan baik.
Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang
berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan
dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam
penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit.
Kepemimpinan seseorang dalam sebuah
organisasi sangat besar perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga
membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah
satu tugas pemimpin. Sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat
keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin.
Ada 2 sebab mengapa seseorang
menjadi seorang pemimpin, antara lain yaitu :
1.
Seseorang ditakdirkan lahir untuk
menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan
pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
2.
Seseorang menjadi pemimpin bila
sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui
pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
Selasa, 02 Desember 2014
“AKU PEMUDA INDONESIA BERINTEGRITAS”
“AKU PEMUDA INDONESIA BERINTEGRITAS”
Pemuda adalah aset bangsa yang paling berharga yang akan
menentukan mati atau hidup, maju atau mundur, jaya atau hancur, sejahtera atau
sengsaranya suatu bangsa. Pemuda sekarang adalah pemimpin di masa depan. Pemuda
memiliki seluruh prasyarat untuk membawa perubahan sebuah bangsa.
Bangsa besar akan semakin besar bila memiliki pemuda yang mampu berpikir dan berjiwa besar. Sebaliknya, bangsa besar bila tak memiliki pemuda dengan kapasitas besar. ia akan tenggelam dalam perubahan dunia.
Bangsa besar akan semakin besar bila memiliki pemuda yang mampu berpikir dan berjiwa besar. Sebaliknya, bangsa besar bila tak memiliki pemuda dengan kapasitas besar. ia akan tenggelam dalam perubahan dunia.
Semoga bangsa Indonesia ini akan memiliki pemuda-pemudi cerdas dan bersemangat yang akan memajukan dan membuat bangga negara Indonesia. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh bapak proklamasi kita, Ir. Soekarno,
Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru
dari akarnya dan
Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”
– Soekarno
Dalam sejarah peradaban bangsa, telah disepakati
bahwa pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tidak ternilai
harganya. Ditangan pemuda jugalah kemajuan atau bahkan kemunduran suatu bangsa
akan tercipta. Pemuda merupakan agen perubahan (agent of change) untuk semua
lini kehidupan bangsa ini.
Sudah terbukti seperti kutipan pidato Bung Karno
pada awal essai ini, menunjukkan bahwa memang pemuda memiliki peran yang sangat
luar biasa dalam kehidupan berbangsa. Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari
keberadaan pemudanya dimasa kini.
Dulu, pada masa pebebasan Indonesia dari penjajahan,
pemuda memiliki peranan besar untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu bangsa
penjajah. Kebangkitan nasional pada tahun 1908 menjadi tonggak sejarah
pergerakan kebangsaan Indonesia, yang jelas-jelas dipelopori oleh kaum muda
pada waktu itu yang berlanjut ke kongres
pemuda tahun 1928 dan mencetuskan Sumpah Pemuda, sebagai sebuah produk
kesadaran kolektif yang berisikan gagasan jernih, jujur, cerdas, dan lugas,
yang diungkapka, dan melintasi imajinasi jamannya, yang puncaknya mewujud dalam
kemerdekaan RI tahun 1945.
Keberadaan pemuda era sekarang ini diharapkan mampu
memberikan warna dan perubahan bangsa menjadi lebih baik lagi. Kalau dulu ada
Tan Malaka, Soekarno, M. Hatta, M. Natsir dan tokoh-tokoh muda lainnya yang
telah memberkan sumbangan yang sangat berarti bagi bangsa ini, bagaimana dengan
hari ini? Jawabannya, pemuda masa kini tampaknya tengah berada dalam kubangan
problematika yang kompleks, terutama masalah etika dan moral. Banyak pemuda
yang terjerumus dalam kekerasan sosial, korupsi, narkoba, seks bebas, dan
bahkan kesesatan agama. Namun, dibalik banyaknya kisah hitam para pemuda masa
kini tersebut tentunya masih ada pemuda yang juga memiliki prestasi luar biasa
dan juga masih banyak pemuda yang berani melakukan perubahan untuk Indonesia.
By :Nur Muhamad Tahajudin
Langganan:
Postingan (Atom)

